• Home
  • About Andien
  • Contact Me
Powered by Blogger.

Connect With Us

the plan B life





Banyak dari kita dahulu pada ulang tahunnya yang ke-17 tahun memperingati secara khusus. Pesta, makan-makan di restoran bersama teman-teman, atau hanya sekadar membeli kaset Scorpion dan buku Lupus terbaru. Pokoknya, ulang tahun 17 tahun mesti dirayakan. Begitu yang terpatri di benak sebagian kita.

Walaupun yang saya percayai kemudian bahwa ternyata perayaan ulang tahun ke-17 itu adalah sebagian besar karena program strategi marketing semata, namun memang banyak hal berhubungan dengan angka 17 ini, beberapa di antaranya:
  1. Batas usia untuk memperoleh KTP
  2. Syarat memperoleh SIM A, C, dan D
  3. Batas usia menonton film dewasa
  4. Batas usia menjadi pemilih dan dipilih dalam Pemilihan Umum
Secara hukum (katanya) jika berusia 17 tahun maka ia masih dapat diadili sebagai anak, karena ketika usia masuk 18 tahun maka akan dianggap dewasa. Secara psikologis (masih katanya juga), usia 17 tahun adalah fase remaja (adolescent) dimana fungsi-fungsi dan tugas perkembangannya peralihan menuju fase dewasa. Intinya, usia 17 tahun banyak menjadi suatu tonggak.

Yang sering luput bahwa takdir membawa konsekuensi. Dengan takdir berada di usia 17 tahun dan mendapatkan hal-hal di atas, terdapat konsekuensi suatu kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan secara sungguh-sungguh.
  1. Mendapat KTP namun bukan berarti digunakan untuk membeli rokok atau minuman beralkohol.
  2. Memiliki SIM bukan berarti boleh balapan liar atau hanya sekadar menggunakan bahu jalan tanpa alasan emergensi.
  3. Berhak menonton film dewasa bukan berarti tayangan porno juga dilalap.
  4. Memiliki hak pilih bukan berarti mau menjual suara demi amplop atau menjual idealisme supaya terpilih.
Rasanya tak beda jauh jika suatu organisasi yang berulang tahun ke-17. Banyak hal yang menjadi privilege di usia organisasi yang ke-17, namun serta merta diiringi konsekuensi suatu kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan secara sungguh-sungguh, baik oleh kisel sebagai organisasi, maupun oleh orang-orang yang mencari nafkah di organisasi tersebut.
  1. Mendapat “KTP” sebagai karyawan tetap bukan berarti boleh bekerja asal-asalan.
  2. Memiliki “SIM” sebagai pimpinan-pimpinan unit bukan berarti dapat menyetir ke arah tujuan-tujuan sendiri yang tidak align dengan tujuan organisasi.
  3. Berhak atas kesenangan finansial bukan berarti uang organisasi juga dilalap.
  4. Memiliki kewenangan bukan berarti berhak melupakan idealisme atau melanggar peraturan.
Hari ini, 23 Oktober 2013 kisel berulang tahun yang ke-17 tahun. Tahun depan, dua tahun lagi, dua puluh tahun lagi, bisa jadi kisel tidak akan sama seperti saat ini, hari ini, tahun ini. Di usianya yang genap ke-17 tahun.

Apa-apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan bagaimana kisel nanti. Kalau kita bekerja asal-asalan, kalau kita menyetir ke arah yang berlawanan, kalau kita melalap uang kisel, kalau kita melanggar peraturan, kalau kita tidak mau mengambil tanggung jawab atau takdir kita sebagai karyawan kisel, sebagai orang yang ditugaskan di kisel, maka akan membawa kita pada satu takdir yang lain. Akhir kisel sebagai suatu organisasi. Tentu kita sangat tidak menginginkan ini terjadi.

Maka mari bersama. Untuk saling mengingatkan, saling berbenah dalam melaksanakan konsekuensi kita atas takdir: bagian dari kisel. Agar kisel semakin jaya dan berkah bagi lebih banyak orang lagi. Dan kita bertemu dalam kebahagiaan bersama di setiap tanggal 23 Oktober.

Dirgahayu kisel! Dirgahayu Koperasi yang kita cintai!
23 Oktober 1996 – 23 Oktober 2013.

Salam,
AEH

(tulisan ini hanya opini semata yang tidak ditujukan untuk pembuktian benar-salah)

-----
Terima kasih Pak Chi Foe untuk "takdir membawa konsekuensi"nya, izin publish, Pak. Terima kasih Pak AR atas pembelajaran mengenai setting the bar as high as we can.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Categories

  • belajar menulis (1)
  • fiksi (1)
  • karya insomnia (1)

recent posts

Sponsor

Facebook

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  November (1)
  • ▼  2013 (1)
    • ▼  October (1)
      • Dirgahayu Kisel!
  • ►  2012 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  October (1)

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  November (1)
  • ▼  2013 (1)
    • ▼  October (1)
      • Dirgahayu Kisel!
  • ►  2012 (3)
    • ►  November (2)
    • ►  June (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  October (1)

Created with by ThemeXpose