Tahun Berulang

by - 8:23 AM

Source: 9spotmonk.com via Liz on Pinterest




Ehm, pertama-tama saya ucapkan Selamat Ulang Tahun jika hari ini ada yang berulang tahun. Selamat ulang tahun ya. Semoga selalu bahagia-sejahtera dan dalam lindunganNYA selalu. Atau jika ada yang sedang berbahagia dengan pasangannya karena hari ini, 29 Nopember 2012, adalah hari pernikahan atau penyatuan kasih sayang, saya juga ikut-ikut mengucapkan selamat deh. Semoga awet dan semua langkah yang diambil penuh dengan kasih sayang dan izinNYA. Amin.

Ok, sekarang tentang Tahun Berulang. Maksud saya, Ulang Tahun.

Ketika seseorang melewati momen ulang tahun atau hari jadi, sebagian besar ingat dan merayakannya. Pesta besar, private party, syukuran sederhana atau sekadar menuliskan status di social media supaya orang (terpaksa) mengingatnya dan (terpaksa) pula mengucapkan dan (mudah-mudahan yang ini tidak terpaksa) mendoakannya akan hal-hal yang baik.

Sesuatu yang sangat lazim. Ulang tahun menjadi momen yang “pas-bangeeetzz” untuk seseorang mengingatkan dirinya sendiri akan sebagian masa lalunya: pencapaiannya, kegagalannya, kebahagiaannya, kepedihannya. Melihat ke titik saat ini, bagaimana kondisi sekarang dibanding masa lalunya atas: pencapaiannya, kegagalannya, kebahagiaannya, kepedihannya. Kemudian berusaha merangkai mimpi masa depan atas: pencapaiannya dan kebahagiaannya. Menghindari dari kegagalan dan kepedihan. Kemudian memutuskan: apakah tetap jalan dengan (kisah hidup) yang lama, atau mencari sesuatu (kisah hidup) yang baru?

Keputusan besar pada momen besar.

Ulang tahun menjadi momen ketika orang pamer usia. Merasa tua adalah bijaksana. Merasa muda adalah pesona. Kadang inginnya dimudakan, atau malah dituakan. Usia yang sebenarnya selalu dirasa kurang pas, kecuali kalau Anda usia 17 tahun. Atau 25 tahun. Atau 40 tahun.

Juga untuk hari jadi atau ulang tahun pernikahan. Semakin banyak angka, umumnya akan semakin kokohnya pernikahan. Kalau tidak percaya, mainlah ke Pengadilan Agama. Eh, tapi jangan bawa pasangan ya. Bisa-bisa disangka Anda sedang upaya cerai dari istri/ suami Anda. :)

Ok, kembali lagi. Angka perceraian saat ini, izinkan saya menggeneralisasi tanpa statistik valid, lebih banyak di pasangan yang usia pernikahannya kurang dari 10 tahun. Apakah pasangan yang usia pernikahannya lebih dari 10 tahun tidak menemui masalah pelik? Oh, jangan salah. Bisa jadi masalahnya lebih pelik, namun urung karena mengingat: satu, anak. Terlebih kalau anak sudah satu kesebelasan, wuih, lebih baik jalani dan tutup mata deh. Kedua, kenyamanan. Berbagi hidup bersama 10 tahun bukan main-main dalam membuat seluruh ritme hidup satu terikat dengan yang lain. Meninggalkannya membuat kenyamanan itu hilang. Ketiga, hati sudah semakin lapang. Begitu banyak pintu maaf yang akan diberikan. Keempat, usia sudah semakin tua, bo’. Mau cari jodoh lagi kok ya kayaknya yang terbayang duluan adalah capeknya.

Tahun Berulang. Maksud saya, ulang tahun.

Banyak orang merayakannya dengan pesta besar, private party, syukuran sederhana atau sekadar menuliskan status di social media supaya orang (terpaksa) mengingatnya dan (terpaksa) pula mengucapkan dan (mudah-mudahan yang ini tidak terpaksa) mendoakannya akan hal-hal yang baik. Baik untuk ulang tahun diri, ataupun ulang tahun pernikahan.

Tahun Berulang. Semoga semua keburukkan dihilangkan dan kebaikan dilimpahkan.
Selamat Ulang Tahun!

29 Nopember 2012. 23:08.

Masih dalam rangka belajar dan pembiasaan untuk menulis kembali.


You May Also Like

0 comments